ALLAH is WITH US :)

When your tired and discouraged from fruitless efforts Allah knows how hard you tried,

When you have let waterfalls flow from your eyes, and your heart actually hurts, rememeber Allah has counted your tears
,

If you feel that your stuck and confused so your life is on the hold, and the world is goin along with its business, remember Allah is waiting with you,

When you are lonely in them nights and days, and even your friends have forgotten you, Allah remembers you and is by your side,

When you think you have tried everything and still don't know what to do, Allah has a solution for you,

When nothing makes sense and your just confused and lost, Allah has the answer,

If suddenly you look in the mirror and a smile appears, Allah has whispered to you,

When things are going well and you have too much to thank for, Allah has blessed you,

When something joyful happens and you are filled with happiness, Allah has smiled upon you,

When you have a purpose to fulfill and a dream to follow, Allah has opened your eyes and called you by your name,

      REMEMBER THAT WHATEVER YOU
   FACE, WHEREVER YOU GO, YOUR NEVER
    ALONE, ALLAH (SWT) is always with you! 
 -islamicboard.com-
“Don’t be too hurry in love, find A companion who can guide you not only in Dunya, but in akhirah. Who can pick you up when you fall, who can remind you when you forget, love you with all his\her might, someone that will hold your hands through thick and thin & lead you to the Jannah”

 [pic and quote- not mine]

Ga Segampang Keliatannya -.-

Anda heran mengapa ada orang yang begitu mudah berteman? Bahkan ketika sedang menunggu giliran masuk ke ruang dokter pun, tiba-tiba Anda menyadari ia sudah ngobrol dengan semua orang di ruang tunggu. Mereka bahkan saling menyebut nama dan ngobrol seolah dengan teman lama.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa "Seribu kawan masih kurang, Satu musuh kebanyakan". Ini berarti bahwa jika kita memiliki banyak teman maka kita akan mendapatkan banyak manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga kita diharapkan berteman dengan orang banyak. Di sisi lain kita juga harus menghindari permusuhan dengan orang lain karena hanya mendatangkan kerugian bagi kita. Orang yang egois, keras kepala, culas, munafik, pelit, sombong, dengki, dsb umumnya sangat mudah untuk membuat musuh dan dijauhi oleh ornag-orang di sekitar kita. Tetapi orang yang dermawan, suka menolong, suka membantu, gotong royong, baik hati, rendah hati, jujur, sopan, dll akan sangat mudah mencari teman dan kawan pun akan datang dengan sendirinya. 


Ada beberapa hal yang membuat orang mudah berteman dengan orang yang baru dijumpai. Anda bisa mencuri kiat-kiat yang mereka lakukan, lalu mengubah cara tersebut menjadi sifat-sifat Anda yang alami di antaranya :

1. Tersenyum dan Melambaikan Tangan 
2. Membuka Pembicaraan 
3. Gunakan Pertanyaan Terbuka 
4. Berhenti Bicara Pada Waktunya 
5. Tidak Sok Kenal Sok Dekat / SKSD 
6. Tidak Pilih-Pilih Teman 
7. Aktif Kegiatan Sosial Dan Membantu Sesama 
8. Sopan Santun, Ramah, Rendah Hati Dan Mengalah 
9. Jangan Membuat Musuh 
10. Bertemu Sambil Bertugas 
11. Kembangkan Jaringan Sosial 
12. Gunakan Sedikit Waktu 
13. Gunakan Teknologi Tinggi 
14. Buat Pertemuan Kasual 

Well, I know it's hard but I don't understand because I can't like them. I just can write like this.


- www.iniunik.web.id - 

Rabi'ah al-Adawiyah

Rabi’ah binti Ismail al-Adawiyah tergolong wanita sufi yang terkenal dalam sejarah Islam. Dia dilahirkan sekitar awal kurun kedua Hijrah berhampiran kota Basrah di Iraq. Dia lahir dalam sebuah keluarga yang miskin dari segi kebendaan namun kaya dengan peribadatan kepada Allah. Ayahnya pula hanya bekerja mengangkut penumpang menyeberangi Sungai Dijlah dengan menggunakan sampan.

Pada akhir kurun pertama Hijrah, keadaan hidup masyarakat Islam dalam pemerintahan Bani Umaiyah yang sebelumnya terkenal dengan ketaqwaan telah mulai berubah. Pergaulan semakin bebas dan orang ramai berlumba-lumba mencari kekayaan. Justeru itu kejahatan dan maksiat tersebar luas. Pekerjaan menyanyi, menari dan berhibur semakin diagung-agungkan. Maka ketajaman iman mulai tumpul dan zaman hidup wara’ serta zuhud hampir lenyap sama sekali. Namun begitu, Allah telah memelihara sebilangan kaum Muslimin agar tidak terjerumus ke dalam fitnah tersebut.

Pada masa itulah muncul satu gerakan baru yang dinamakan Tasawuf Islami yang dipimpin oleh Hasan al-Bashri. Pengikutnya terdiri daripada lelaki dan wanita. Mereka menghabiskan masa dan tenaga untuk mendidik jiwa dan rohani mengatasi segala tuntutan hawa nafu demi mendekatkan diri kepada Allah sebagai hamba yang benar-benar taat. Bapa Rabi’ah merupakan hamba yang sangat bertaqwa, tersingkir daripada kemewahan dunia dan tidak pernah letih bersyukur kepada Allah. Dia mendidik anak perempuannya menjadi muslimah yang berjiwa bersih. Pendidikan yang diberikannya bersumberkan al-Quran semata-mata.

Natijahnya Rabi’ah sendiri begitu gemar membaca dan menghayati isi al-Quran sehigga berjaya menghafal kandungan al-Quran. Sejak kecil lagi Rabi’ah sememangnya berjiwa halus, mempunyai keyakinan yang tinggi serta keimanan yang mendalam. Menjelang kedewasaannya, kehidupannya menjadi serba sempit. Keadaan itu semakin buruk setelah beliau ditinggalkan ayah dan ibunya. Rabi’ah juga tidak terkecuali daripada ujian yang bertujuan membuktikan keteguhan iman. Ada riwayat yang mengatakan beliau telah terjebak dalam kancah maksiat. Namun dengan limpah hidayah Allah, dengan asas keimanan yang belum padam di hatinya, dia dipermudahkan oleh Allah untuk kembali bertaubat. Babak-babak taubat inilah yang mungkin dapat menyedar serta mendorong hati kita merasai cara yang sepatutnya seorang hamba brgantung harap kepada belas ihsan Tuhannya.

Marilah kita teliti ucapan Rabi’ah sewaktu kesunyian di ketenangan malam ketika bermunajat kepada Allah: “Ya Allah, ya Tuhanku. Aku berlindung diri kepada Engkau daripada segala yang ada yang boleh memesongkan diri daripada-Mu, daripada segala pendinding yang boleh mendinding antara aku dengan Engkau! “Tuhanku! bintang-bintang telah menjelma indah, mata telah tidur nyenyak, semua pemilik telah menutup pintunya dan inilah dudukku di hadapan-Mu. “Tuhanku! Tiada kudengar suara binatang yang mengaum, tiada desiran pohon yang bergeser, tiada desiran air yang mengalir, tiada siulan burung yang menyanyi, tiada nikmatnya teduhan yang melindungi, tiada tiupan angin yang nyaman, tiada dentuman guruh yang menakutkan melainkan aku dapati semua itu menjadi bukti keEsaan-Mu dan menunjukkan tiada sesuatu yang menyamai-Mu. “Sekelian manusia telah tidur dan semua orang telah lalai dengan asyik maksyuknya. Yang tinggal hanya Rabi’ah yang banyak kesalahan di hadapan-Mu. Maka moga-moga Engkau berikan suatu pandangan kepadanya yang akan menahannya daripada tidur supaya dia dapat berkhidmat kepada-Mu.” Rabi’ah juga pernah meraung memohon belas ihsan Allah SWT: “Tuhanku! Engkau akan mendekatkan orang yang dekat di dalam kesunyian kepada keagungan-Mu. Semua ikan di laut bertasbih di dalam lautan yang mendalam dan kerana kebesaran kesucian-Mu, ombak di laut bertepukan. Engkaulah Tuhan yang sujud kepada-Nya malam yang gelap, siang yang terang, falak yang bulat, bulan yang menerangi, bintang yang berkerdipan dan setiap sesuatu di sisi-Mu dengan takdir sebab Engkaulah Tuhan Yang Maha Tinggi lagi Maha Perkasa.” Setiap malam begitulah keadaan Rabi’ah. Apabila fajar menyinsing, Rabi’ah terus juga bermunajat dengan ungkapan seperti: “Wahai Tuhanku! Malam yang akan pergi dan siang pula akan mengganti. Wahai malangnya diri! Apakah Engkau akan menerima malamku ini supaya aku berasa bahagia ataupun Engkau akan menolaknya maka aku diberikan takziah? Demi kemuliaan-Mu, jadikanlah caraku ini kekal selama Engkau menghidupkan aku dan bantulah aku di atasnya. Demi kemuliaan-Mu, jika Engkau menghalauku daripada pintu-Mu itu, nescaya aku akan tetap tidak bergerak juga dari situ disebabkan hatiku sangat cinta kepada-Mu.” Seperkara menarik tentang diri Rabi’ah ialah dia menolak lamaran untuk berkahwin dengan alasan: “Perkahwinan itu memang perlu bagi sesiapa yang mempunyai pilihan. Adapun aku tiada mempunyai pilihan untuk diriku. Aku adalah milik Tuhanku dan di bawah perintah-Nya. Aku tidak mempunyai apa-apa pun.” Rabi’ah seolah-olah tidak mengenali yang lain daripada Allah. Oleh itu dia terus-menerus mencintai Allah semata-mata. Dia tidak mempunyai tujuan lain kecuali untuk mencapai keredaan Allah. Rabi’ah telah mempertalikan akalnya, pemikirannya dan perasaannya hanya kepada akhirat semata-mata. Dia sentiasa meletakkan kain kapannya di hadapannya dan sentiasa membelek-beleknya setiap hari. Selama 30 tahun dia terus-menerus mengulangi kata-kata ini dalam sembahyangnya: “Ya Tuhanku! Tenggelamkanlah aku di dalam kecintaan-Mu supaya tiada suatupun yang dapat memalingkan aku daripada-Mu.”

Antara syairnya yang masyhur berbunyi: “Kekasihku tiada menyamai kekasih lain biar bagaimanapun, Tiada selain Dia di dalam hatiku mempunyai tempat manapun, Kekasihku ghaib daripada penglihatanku dan peribadiku sekalipun, Akan tetapi Dia tidak pernah ghaib di dalam hatiku walau sedetik pun.” Rabi’ah telah membentuk satu cara yang luar biasa di dalam mencintai Allah. Dia menjadikan kecintaan pada Ilahi itu sebagai satu cara untuk membersihkan hati dan jiwa. Dia memulakan fahaman sufinya dengan menanamkan rasa takut kepada kemurkaan Allah seperti yang pernah diluahkannya: “Wahai Tuhanku! Apakah Engkau akan membakar dengan api hati yang mencintai-Mu dan lisan yang menyebut-Mu dan hamba yang takut kepada-Mu?” Kecintaan Rabi’ah kepada Allah berjaya melewati pengharapan untuk beroleh syurga Allah semata-mata. “Jika aku menyembah-Mu kerana takut daripada api neraka-Mu maka bakarlah aku di dalamnya! Dan jika aku menyembah-Mu kerana tamak kepada syurga-Mu maka haramkanlah aku daripadanya! Tetapi jika aku menyembah-Mu kerana kecintaanku kepada-Mu maka berikanlah aku balasan yang besar, berilah aku melihat wajah-Mu yang Maha Besar dan Maha Mulia itu.” Begitulah keadaan kehidupan Rabi’ah yang ditakdirkan Allah untuk diuji dengan keimanan serta kecintaan kepada-Nya.

Rabi’ah meninggal dunia pada 135 Hijrah iaitu ketika usianya menjangkau 80 tahun. Moga-moga Allah meredainya, amin! Sekarang mari kita tinjau diri sendiri pula. Adakah kita menyedari satu hakikat yang disebut oleh Allah di dalam Surah Ali Imran, ayat 142 yang bermaksud: “Apakah kamu mengira bahawa kamu akan masuk syurga padahal belum nyata bagi Allah orang yang berjihad di antaramu dan belum nyata orang yang sabar.” Bagaimana perasaan kita apabila insan yang kita kasihi menyinggung perasaan kita? Adakah kita terus berkecil hati dan meletakkan kesalahan kepada insan berkenaan? Tidak terlintaskah untuk merasakan di dalam hati seumpama ini: “Ya Allah! Ampunilah aku. Sesungguhnya hanya Engkau yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Hanya kasih-Mu yang abadi dan hanya hidup di sisi-Mu sahaja yang berkekalan. Selamatkanlah aku daripada tipu daya yang mengasyikkan.” Sesungguhnya apa juga lintasan hati dan luahan rasa yang tercetus daripada kita bergantung kepada cara hati kita berhubung dengan Allah. Semakin kita kenali keluhuran cinta kepada Allah, maka bertambah erat pergantungan hati kita kepada Allah serta melahirkan keyakinan cinta dan kasih yang sentiasa subur. Lanjutan itu jiwa kita tidak mudah berasa kecewa dengan gelagat sesama insan yang pelbagai ragam. Keadaan begini sebenarnya terlebih dahulu perlu dipupuk dengan melihat serta merenungi alam yang terbentang luas ini sebagai anugerah besar daripada Allah untuk maslahat kehidupan manusia. Kemudian cubalah hitung betapa banyaknya nikmat Allah kepada kita.

Dengan itu kita akan sedar bahawa kita sebenarnya hanya bergantung kepada Allah. Bermula dari sini kita akan mampu membina perasaan cinta terhadap Allah yang kemudian mesti diperkukuhkan dengan mencintai titah perintah Allah. Mudah-mudahan nanti kita juga akan menjadi perindu cinta Allah yang kekal abadi.

Ramadhan :)

Keutamaan Ramadhan: “Awal bulan Ramadhan adalah Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka).” 10 hari pertama: Ketika kita ikhlas dan ridho berpuasa karna Allah, maka Allah akan memberikan rahmahnya pada kita.. Rahmah allah itu besar, dan perkiraanmu takkan sanggup mengimajinasikan seberapa besar rahmah Allah yang diberi.. 10 hari ke-dua: Hal apa yang telah kita perbuat selama 11 bulan kawan? tiada hari tanpa khilaf dan dosa, namun karna Allah SWT maha 'Rahman', Ia meberikan maghfirah/ pengampunan pada ummatnya yg bertaubat dan ikhlas dibulan Ramadhan.. Mintalah ampunan, dan Allah akan mengampuni kita.. Percaya pada Allah, banyaklah memita ampun padaNya, selangkah kita kearahnya, seribu langkah Allah menghampiri dan mendekap kita.. :') Maha suci Allah.. 10 hari ke-tiga: Jadikanlah setiap ibadah kita yang terbaik seakan esok tiada lagi hangat matahari menyetuh kulit kita,, Perbanyak ibadah dan sunnah, hidupkanlah malam-malammu, bersihkan hati dan fikiran, bersihkan harta dengan bersedekah, perbanyaklah pahala untuk setiap indra dan tubuhmu dengan perbuatan baik dan dengan membantu sesama.. Kapan lagi kawan kalau bukan sekarang,, :') Apa yang Allah Janjikan pada ahli Shaum/ orang yang suka berpuasa: “Dari Sahal bin Sa’ad Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bersabda “Sesungguhnya di Surga ada salah satu pintu yang dinamakan Rayyan; masuk dari pintu tersebut ahli shaum/puasa di hari kiamat, tidak ada yang masuk dari pintu itu selain ahli shaum, lalu diserukan “Manakah para ahli shaum?’, maka berdirilah para ahli shaum dan tak ada seorangpun yang masuk dari pintu itu kecuali mereka yang tergolong para ahli shaum, dan apabila mereka sudah masuk, maka pintu surga tersebut segera tertutup, dan tak ada satupun yang diperbolehkan masuk setelah mereka .”(H.R. Bukhari dan Muslim).

Always

Always - Panic at the disco
When the world gets too heavy
Put it on my back
I’ll be your levy
You are taking me apart
Like bad glue on a get well card

It was always you falling for me
Now there’s always time calling for me
I’m the light blinking at the end of the road
Blink back to let me know

I’m a fly that’s trapped in a web
But I’m thinking that my spider’s dead
Lonely, lonely little life
I could kid myself by thinking that I’m fine

It was always you falling for me
Now there’s always time calling for me
I’m the light blinking at the end of the road
Blink back to let me know

That I’m skin and bone
Just a cane and rusty throne
All the castle’s under siege
But the sign outside says 'leave me alone'

It was always you falling for me
Now there’s always time calling for me
I’m the light blinking at the end of the road
Blink back to let me know
Blink back to let me know

Download Lagunya Disini

Moslem Ladies

Percakapan Antara Lelaki Inggris & Seorang Syeikh Tentang Wanita Muslimin

Lelaki inggris bertanya: "Kenapa dalam Islam wanita tdk boleh jabat tangan dengan pria?"

Syaikh menjawab: "Bisakah kamu berjabat tangan dengan ratu elizabeth?

Lelaki inggris menjawab: "oh tentu tidak bisa! cuma orang2 tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan ratu."

Syaikh tersenyum & berkata:" Wanita2 kami(Kaum muslimin) adalah para ratu, & ratu tidak boleh berjabat tangan dengan pria sembarangan (yg bukan mahramnya")

lalu si inggris bertanya lagi, "Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan rambut mereka?"

Syekh tersenyum dan punya 2 permen, ia membuka yang pertama terus yang satu lagi tertutup. dia melemparkan keduanya kelantai yang kotor.

Syaikh bertanya: " Jika saya meminta anda untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih?"

Si inggris menjawab: "Yang tertutup.."

Syeikh berkata: " Itulah cara kami memperlakukan dan melihat perempuan kami" ....... :) O:)

...

After Every Rainfall Must Come a Rainbow

Some people in our world today
Can dream and wonder why
Some people in our world today
Can only wait to die
Empty my conscience for your love
A bouncing finger lets me know I’m alive
& its still rains outside my window
Rains outside my window
Still rains outside my window

Some got it bad, some got it worse
Life can sometimes look like a curse
So I cry my heart out, Let it all go
Cuz after every rainfall must come a rainbow.

Some got it bad, some got it worse
Life can sometimes be so absurd
So I cry my heart out Let it all go
Cuz after every rainfall must come a rainbow.

Some people got it bad
Sum people got it worse
Since the day of the birth
Everyday end of earth
Live to die another day
Sure I say “congratulations”
But désolé
If the roof should come down today
Rest assure I’m there to wipe away the dirt with pure intention
Some corrupt
Brought a lil bag of hope
What’s up (?)

Some got it bad, some got it worse
Life can sometimes look like a curse
So I cry my heart out, Let it all go
Cuz after every rainfall
Must come a rainbow.

Some got it bad, some got it worse
Cuz after every rainfall must come a rainbow.
I cry my heart out, Let it all go
Cuz after every rainfall must come a rainbow.

I can’t run, I can’t hide
The struggle only makes us stronger tonight

If I don’t find u here
Said if I don’t find u here
I hope to find u way up there
Some got it bad, some got it worse
Life can sometimes look like a curse
So I cry my heart out, Let it all go
Cuz after every rainfall must come a rainbow.

Some got it bad, some got it worse
Cuz after every rainfall must come a rainbow.
I cry my heart out, Let it all go
Cuz after every rainfall must come a rainbow.

 Ansoo hain, behne do

Cuz after every rainfall must come a rainbow.
I cry my heart out, Let it all go
Cuz after every rainfall must come a rainbow.

despues de cada gota sale el sol
despues de cada nota una cancion

after each drop the sun rises, a
fter each note a song

Cuz after every rainfall must come a rainbow.

despues de cada gota sale el sol
despues de cada nota una cancion

Cuz after every rainfall must come a rainbow.

Ansoo hain, behne do

they're tears, let them fall

I said every rainfall must come a rainbow.



Download lagunya disini.

The Important Things in Life

A philosophy professor stood before his class with some items on the table in front of him. When the class began, wordlessly he picked up a very large and empty mayonnaise jar and proceeded to fill it with rocks, about 2 inches in diameter.
He then asked the students if the jar was full. They agreed that it was.
So the professor then picked up a box of pebbles and poured them into the jar. He shook the jar lightly. The pebbles, of course, rolled into the open areas between the rocks.
He then asked the students again if the jar was full. They agreed it was.
The professor picked up a box of sand and poured it into the jar. Of course, the sand filled up everything else.
He then asked once more if the jar was full. The students responded with a unanimous “Yes.”
“Now,” said the professor, “I want you to recognize that this jar represents your life. The rocks are the important things – your family, your partner, your health, your children – things that if everything else was lost and only they remained, your life would still be full.
The pebbles are the other things that matter – like your job, your house, your car.
The sand is everything else. The small stuff.”
“If you put the sand into the jar first,” he continued “there is no room for the pebbles or the rocks. The same goes for your life.
If you spend all your time and energy on the small stuff, you will never have room for the things that are important to you. Pay attention to the things that are critical to your happiness. Play with your children. Take your partner out dancing. There will always be time to go to work, clean the house, give a dinner party and fix the disposal.

Take care of the rocks first – the things that really matter. Set your priorities. The rest is just sand.”

My Mother Only Had One Eye

My mom only had one eye. I hated her… She was such an embarrassment. She cooked for students and teachers to support the family.

There was this one day during elementary school where my mom came to say hello to me. I was so embarrassed.

How could she do this to me? I ignored her, threw her a hateful look and ran out. The next day at school one of my classmates said, ‘EEEE, your mom only has one eye!’

I wanted to bury myself. I also wanted my mom to just disappear. I confronted her that day and said, ‘ If you’re only gonna make me a laughing stock, why don’t you just die?’

My mom did not respond… I didn’t even stop to think for a second about what I had said, because I was full of anger. I was oblivious to her feelings.

I wanted out of that house, and have nothing to do with her. So I studied real hard, got a chance to go abroad to study.

Then, I got married. I bought a house of my own. I had kids of my own. I was happy with my life, my kids and the comforts. Then one day, my Mother came to visit me. She hadn’t seen me in years and she didn’t even meet her grandchildren.

When she stood by the door, my children laughed at her, and I yelled at her for coming over uninvited. I screamed at her, ‘How dare you come to my house and scare my children!’ GET OUT OF HERE! NOW!!!’

And to this, my mother quietly answered, ‘Oh, I’m so sorry. I may have gotten the wrong address,’ and she disappeared out of sight.

One day, a letter regarding a school reunion came to my house. So I lied to my wife that I was going on a business trip. After the reunion, I went to the old shack just out of curiosity.

My neighbors said that she died. I did not shed a single tear. They handed me a letter that she had wanted me to have.

‘My dearest son,

I think of you all the time. I’m sorry that I came to your house and scared your children.

I was so glad when I heard you were coming for the reunion. But I may not be able to even get out of bed to see you. I’m sorry that I was a constant embarrassment to you when you were growing up.

You see……..when you were very little, you got into an accident, and lost your eye. As a mother, I couldn’t stand watching you having to grow up with one eye. So I gave you mine.

I was so proud of my son who was seeing a whole new world for me, in my place, with that eye.

With all my love to you,

Your mother.’

Mother Love


“Can I see my baby?” the happy new mother asked.
When the bundle was nestled in her arms and she moved the fold of cloth to look upon his tiny face, she gasped. The doctor turned quickly and looked out the tall hospital window. The baby had been born without ears.
Time proved that the baby’s hearing was perfect. It was only his appearance that was marred. When he rushed home from school one day and flung himself into his mother’s arms, she sighed, knowing that his life was to be a succession of heartbreaks. He blurted out the tragedy. “A boy, a big boy … called me a freak.”
He grew up, handsome for his misfortune. A favorite with his fellow students, he might have been class president, but for that. He developed a gift, a talent for literature and music. “But you might mingle with other young people,” his mother reproved him, but felt a kindness in her heart. The boy’s father had a session with the family physician. Could nothing be done? “I believe I could graft on a pair of outer ears, if they could be procured,” the doctor decided.
Whereupon the search began for a person who would make such a sacrifice for a young man. Two years went by. Then, “You are going to the hospital, Son. Mother and I have someone who will donate the ears you need. But it’s a secret,” said the father. The operation was a brilliant success, and a new person emerged. His talents blossomed into genius, and school and college became a series of triumphs.
Later he married and entered the diplomatic service. “But I must know!” He urged his father, “Who gave so much for me? I could never do enough for him.” “I do not believe you could,” said the father, “but the agreement was that you are not to know … not yet.” The years kept their profound secret, but the day did come … one of the darkest days that a son must endure. He stood with his father over his mother’s casket. Slowly, tenderly, the father stretched forth a hand and raised the thick, reddish-brown hair to reveal that the mother had no outer ears. “Mother said she was glad she never let her hair be cut,” he whispered gently, “and nobody ever thought Mother less beautiful, did they?”
Real beauty lies not in the physical appearance, but in the heart. Real treasure lies not in what that can be seen, but what that cannot be seen. Real love lies not in what is done and known, but in what that is done but not known.

Blind


There was a blind girl who hated herself just because she was blind. She hated everyone, except her loving boyfriend. He was always there for her. She said that if she could only see the world, she would marry her boyfriend.

One day, someone donated a pair of eyes to her and then she could see everything, including her boyfriend. Her boyfriend asked her, “now that you can see the world, will you marry me?”

The girl was shocked when she saw that her boyfriend was blind too, and refused to marry him. Her boyfriend walked away in tears, and later wrote a letter to her saying:

“Just take care of my eyes dear.”

Helpless Love

Once upon a time all feelings and emotions went to a coastal island for a vacation. According to their nature, each was having a good time. Suddenly, a warning of an impending storm was announced and everyone was advised to evacuate the island.
The announcement caused sudden panic. All rushed to their boats. Even damaged boats were quickly repaired and commissioned for duty.
Yet, Love did not wish to flee quickly. There was so much to do. But as the clouds darkened, Love realised it was time to leave. Alas, there were no boats to spare. Love looked around with hope.
Just then Prosperity passed by in a luxurious boat. Love shouted, “Prosperity, could you please take me in your boat?”
“No,” replied Prosperity, “my boat is full of precious possessions, gold and silver. There is no place for you.”
A little later Vanity came by in a beautiful boat. Again Love shouted, “Could you help me, Vanity? I am stranded and need a lift. Please take me with you.”
Vanity responded haughtily, “No, I cannot take you with me. My boat will get soiled with your muddy feet.”
Sorrow passed by after some time. Again, Love asked for help. But it was to no avail. “No, I cannot take you with me. I am so sad. I want to be by myself.”
When Happiness passed by a few minutes later, Love again called for help. But Happiness was so happy that it did not look around, hardly concerned about anyone.
Love was growing restless and dejected. Just then somebody called out, “Come Love, I will take you with me.” Love did not know who was being so magnanimous, but jumped on to the boat, greatly relieved that she would reach a safe place.
On getting off the boat, Love met Knowledge. Puzzled, Love inquired, “Knowledge, do you know who so generously gave me a lift just when no one else wished to help?”
Knowledge smiled, “Oh, that was Time.”
“And why would Time stop to pick me and take me to safety?” Love wondered.
Knowledge smiled with deep wisdom and replied, “Because only Time knows your true greatness and what you are capable of. Only Love can bring peace and great happiness in this world.”
“The important message is that when we are prosperous, we overlook love. When we feel important, we forget love. Even in happiness and sorrow we forget love. Only with time do we realize the importance of love. Why wait that long? Why not make love a part of your life today?”
Author Unknown

Pentingkah Kata Aku Mencintaimu?


Sepasang kekasih sedang melaju lebih dari 100 km/jam di jalan dengan sebuah motor.

Cewek : Pelan-pelan, aku takuttt.

Cowok : Tidak, ini menyenangkan.

Cewek : Tidak, ini sama sekali tidak menyenangkan. Please, aku takuttt.

Cowok : Baik, tapi katakan dulu bahwa kamu mencintaiku.

Cewek : Aku mencintaimu! Sekarang pelankan motornya!

Cowok : Sekarang beri aku pelukan yang erat (Lalu si cewek memeluknya)

Cowok : Bisakah kamu melepas helmku & kamu pakai? Helm ini sangat menggangguku! (Si cewek itu pun menurutinya)

Keesokan harinya ada berita di koran sebuah sepeda motor menabrak gedung karena rem-nya blong. Ada dua orang di atas motor itu, tetapi hanya satu orang yang selamat.

Yang terjadi sebenarnya adalah bahwa di tengah jalan saat kecepatan tinggi, si cowok berusaha me-Rem utk
memperlambat, tp si cowok menyadari bahwa rem motornya rusak, tapi dia tidak ingin membiarkan kekasihnya tau. Dia meminta kekasihnya berkata dia mencintainya & merasakan pelukannya, karena dia tau itu untuk terakhir kali baginya. Dia lalu menyuruhnya memakai helm supaya kekasihnya akan tetap hidup
walaupun itu berarti ia yang akan mati.

Pernahkah kamu mencintai seseorang sampai sebesar ini ???

Ataukah hanya sebatas memperhatikannya, peduli, menelpon / mengirimkannya sms hanya untuk membuatnya bahagia?

Pernahkah kamu mengatakan "AKU MENCINTAIMU" padanya? Ataukah kamu menunggu untuk
mengatakan itu disaat kamu berada dlm situasi seperti diatas motor itu?
Jika tidak, kamu masih punya kesempatan untuk mencintainya lebih lagi.

Jangan menyimpan rasa cinta itu hanya di dalam hati. Katakan padanya bahwa kau mencintainya. Karena kamu tidak pernah tau, apakah besok kamu masih punya waktu dan kesempatan untuk mengungkapkannya 

#MJPost

Cinta Seorang Anak Gembala

Pada zaman dahulu, hidup seorang gembala yang bersemangat bebas. la tidak punya uang dan tidak punya keinginan untuk memilikinya. Yang ia miliki hanyalah hati yang lembut dan penuh keikhlasan; hati yang berdetak dengan kecintaan kepada Tuhan.

Sepanjang hari, ia menggembalakan ternaknya melewati lembah dan ladang melagukan jeritan hatinya kepada Tuhan yang dicintainya, "Duhai Pangeran tercinta, di manakah Engkau, supaya aku dapat persembahkan seluruh hidupku kepada-Mu? Di manakah Engkau, supaya aku dapat menghambakan diriku pada-Mu? Wahai Tuhan, untuk-Mu aku hidup dan bernapas. Karena berkat-Mu aku hidup. Aku ingin mengorbankan domba-Ku ke hadapan kemuliaan-Mu."

Suatu hari, Nabi Musa melewati padang gembalaan tersebut. la memperhatikan sang Gembala yang sedang duduk di tengah ternaknya dengan kepala yang mendongak ke langit. Sang gembala menyapa Tuhan, "Ah, di manakah Engkau, supaya aku dapat menjahit baju-Mu, memperbaiki kasur-Mu, dan mempersiapkan ranjang-Mu? Di manakah Engkau, supaya aku dapat menyisir rambut-Mu dan mencium kaki-Mu? Di manakah Engkau, supaya aku dapat mengilapkan sepatu-Mu dan membawakan air susu untuk minuman-Mu?"

Musa mendekati gembala itu dan bertanya, "Dengan siapa kamu berbicara?"

Gembala menjawab, "Dengan Dia yang telah menciptakan kita. Dengan Dia yang menjadi Tuhan yang menguasai siang dan malam, Bumi dan langit."

Nabi Musa murka mendengar jawaban gembala itu, "Betapa beraninya kamu bicara kepada Tuhan seperti itu! Apa yang kamu ucapkan adalah kekafiran. Kamu harus menyumbat mulutmu dengan kapas supaya kamu dapat mengendalikan lidahmu. Atau paling tidak, orang yang mendengarmu tidak menjadi marah dan tersinggung dengan kata-katamu yang telah meracuni seluruh angkasa ini. Kau harus berhenti bicara seperti itu sekarang juga karena nanti Tuhan akan menghukum seluruh penduduk bumi ini akibat dosa-dosamu!"

Sang Gembala segera bangkit setelah mengetahui bahwa yang mengajaknya bicara adalah seorang nabi. Ia bergetar ketakutan.

Dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya, ia mendengarkan Nabi Musa yang terus berkata, "Apakah Tuhan adalah seorang manusia biasa sehingga Ia harus memakai sepatu dan alas kaki? Apakah Tuhan seorang anak kecil yang memerlukan susu supaya Ia tumbuh besar? Tentu saja tidak. Tuhan Maha sempurna di dalam diri-Nya. Tuhan tidak memerlukan siapa pun. Dengan berbicara kepada Tuhan seperti yang telah engkau lakukan, engkau bukan saja telah merendahkan dirimu, tetapi kau juga merendahkan seluruh ciptaan Tuhan. Kau tidak lain dari seorang penghujat agama. Ayo, pergi dan minta maaf, kalau kau masih memiliki otak yang sehat!"

Gembala yang sederhana itu tidak mengerti bahwa apa yang dia sampaikan kepada Tuhan adalah kata-kata yang kasar. Dia juga takmengerti mengapa nabi yang mulia telah memanggilnya sebagai seorang musuh, tetapi ia tahu betul bahwa seorang nabi pastilah lebih mengetahui daripada siapa pun. Ia hampir tak dapat menahan tangisannya.

Ia berkata kepada Musa, "Kau telah menyalakan api di dalam jiwaku. Sejak ini, aku berjanji akan menutup mulutku untuk selamanya." Dengan keluhan yang panjang, ia berangkat meninggalkan ternaknya menuju padang pasir.

Dengan perasaan bahagia karena telah meluruskan jiwa yang tersesat, Musa melanjutkan perjalanannya menuju kota. Tiba-tiba, Allah Yang Mahakuasa menegurnya, "Mengapa engkau berdiri di antara Kami dengan kekasih Kami yang setia? Mengapa engkau pisahkan pecinta dari yang dicintai-nya? Kami telah mengutus engkau supaya engkau dapat menggabungkan kekasih dengan kekasihnya, bukan memisahkan ikatan di antaranya."

Musa mendengarkan kata-kata langit itu dengan penuh kerendahan dan rasa takut.

Tuhan berfirman, "Kami tidak menciptakan dunia supaya Kami memperoleh keuntungan darinya. Seluruh makhluk diciptakan untuk kepentingan makhluk itu sendiri. Kami tidak memerlukan pujian atau sanjungan. Kami tidak memerlukan ibadah atau pengabdian. Orang-orang yang beribadah itulah yang mengambil keuntungan dari ibadah yang mereka lakukan. Ingatlah, bahwa di dalam cinta, kata-kata hanyalah bungkus luar yang tidak memiliki makna apa-apa. Kami tidak memperhatikan keindahan kata-kata atau komposisi kalimat. Yang Kami perhatikan adalah lubuk hati yang paling dalam dari orang itu. Dengan cara itulah Kami mengetahui ketulusan makhluk Kami walaupun kata-kata mereka bukan kata-kata yang indah. Buat mereka yang dibakar dengan api cinta, kata-kata tidak mempunyai makna."

Suara dari langit selanjutnya berkata, "Mereka yang ter-ikat dengan basa-basi bukanlah mereka yang terikat dengan cinta dan umatyang beragama bukanlah umatyang mengikuti cinta karena cinta tidak mempunyai agama selain kekasihnya sendiri." Tuhan kemudian mengajarinya rahasia cinta.

Setelah memperoleh pelajaran itu, Nabi Musa mengerti kesalahannya. Sang Nabi pun merasa menderita penyesalan yang luar biasa. Dengan segera, ia berlari mencari gembala itu untuk meminta maaf Berhari-hari, ia berkelana di padang rumput dan gurun pasir, menanyakan orang-orang apakah mereka mengetahui pengggembala yang dicarinya.

Setiap orang yang ditanyainya menunjuk arah yang berbeda. Hampir, ia kehilangan harapan, tetapi akhirnya Allah Swt. mempertemukannya dengan gembala itu. Ia tengah duduk di dekat mata air. Pakaiannya compang-camping, rambutnya kusut masai. Ia berada di tengah tafakur yang dalam sehingga ia tidak memperhatikan Musa yang telah menunggunya cukup lama.

Akhirnya, gembala itu mengangkat kepalanya dan melihat Nabi Musa.

Musa berkata, "Aku punya pesan penting untukmu. Tuhan telah berfirman kepadaku bahwa tidak diperlukan kata-kata yang indah bila kita ingin berbicara kepada-Nya. Kamu bebas berbicara kepada-Nya dengan cara apa pun yang kamu sukai, dengan kata-kata apa pun yang kamu pilih. Apa yang aku duga sebagai kekafiranmu ternyata adalah ungkapan dari keimanan dan kecintaan yang menyelamatkan dunia."

Sang Gembala hanya menjawab sederhana, "Aku sudah melewati tahap kata-kata dan kalimat. Hatiku sekarang dipenuhi dengan kehadiran-Nya. Aku takdapat menjelaskan keadaanku padamu dan kata-kata pun tak dapat melukiskan pengalaman ruhani yang ada dalam hatiku." Kemudian, ia bangkit dan meninggalkan Nabi Musa.

Utusan Allah ini menatap sang Gembala sampai ia tak terlihat lagi. Setelah itu, ia kembali berjalan ke kota terdekat, merenungkan pelajaran berharga yang didapatnya dari seorang gembala sederhana yang tidak berpendidikan.

Doa sejati yang paling tinggi adalah perenungan Tuhan dengan kalbu yang murni, yang terlepas dari semua hasrat keduniawian, tidak terpaku pada sikap-sikap jasmaniah, tetapi dengan gerak-gerik jiwa. (Ibnu Sina)



http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com

Sebuah Cinta Abadi

Sebuah kisah Cinta Sejati, Kisah nyata yg pernah terjadi di Bumi ini…
Sekian ratus tahun yang lalu…
Di malam yang sunyi, di dalam rumah sederhana yang tidak seberapa luasnya… seorang istri tengah menunggu kepulangan suaminya. Tak biasanya sang suami pulang larut malam. Sang istri bingung…. hari sudah larut dan ia sudah sangat kelelahan dan mengantuk. Namun, tak terlintas sedikitpun dalam benaknya untuk segera tidur dan terlelap di tempat tidur suaminya. Dengan setia ia ingin tetap menunggu… namun, rasa ngantuk semakin menjadi-jadi dan Sang suami tercinta belum juga datang.
Tak berapa lama kemudian….
seorang laki-laki yang sangat berwibawa lagi luhur budinya tiba di rumahnya yang sederhana.
Laki-laki ini adalah suami dari sang istri tersebut.
Malam ini beliau pulang lebih lambat dari biasanya, kelelahan dan penat sangat terasa.
Namun, ketika akan mengetuk pintu… terpikir olehnya Sang istri yang tengah terlelap tidur…. ah, sungguh ia tak ingin membangunkannya.
Tanpa pikir panjang, ia tak jadi mengetuk pintu dan seketika itu juga menggelar sorbannya di depan pintu dan berbaring diatasnya.
Dengan kelembutan hati yang tak ingin membangunkan istri terkasihnya, Sang suami lebih memilih tidur di luar rumah..
di depan pintu…
dengan udara malam yang dingin melilit…
hanya beralaskan selembar sorban tipis.
Penat dan lelah beraktifitas seharian, dingin malam yang menggigit tulang ia hadapi..
karena tak ingin membangunkan istri tercinta. Subhanallah…
Dan ternyata, di dalam rumah..
persis dibalik pintu tempat sang suami menggelar sorban dan berbaring diatasnya..
Sang istri masih menunggu, hingga terlelap dan bersandar sang istri di balik pintu.
Tak terlintas sedikitpun dalam pikirinnya tuk berbaring di tempat tidur, sementara suaminya belum juga pulang.
Namun, karena khawatir rasa kantuknya tak tertahan dan tidak mendengar ketukan pintu Sang suami ketika pulang, ia memutuskan tuk menunggu Sang suami di depan pintu dari dalam rumahnya.
malam itu… tanpa saling mengetahui, sepasang suami istri tersebut tertidur berdampingan di kedua sisi pintu rumah mereka yang sederhana… karena kasih dan rasa hormat terhadap pasangan.. Sang Istri rela mengorbankan diri terlelap di pintu demi kesetiaan serta hormat pada Sang suami dan Sang suami mengorbankan diri tidur di pintu demi rasa kasih dan kelembutan pada Sang istri.
dan Nun jauh di langit….
ratusan ribu malaikat pun bertasbih….
menyaksikan kedua sejoli tersebut…
SUBHANALLAH WABIHAMDIH
betapa suci dan mulia rasa cinta kasih yang mereka bina
terlukis indah dalam ukiran akhlak yang begitu mempesona…
saling mengasihi, saling mencintai, saling menyayangi dan saling menghormati…
Tahukah Anda… siapa mereka..?
Sang suami adalah Muhammad bin Abdullah, Rasulullah SAW dan Sang istri adalah Sayyidatuna Aisyah RA binti Abu Bakar As-Sidiq.
Merekalah sepasang kekasih teladan, suami istri dambaan, dan merekalah pemimpin para manusia, laki-laki dan perempuan di dunia dan akhirat.
Semoga rahmat ALLAH senantiasa tercurah bagi keduanya, dan mengumpulkan jiwa kita bersama Rasulullah SAW dan Sayyidatuna Aisyah RA dalam surgaNYA kelak.
dan Semoga ALLAH SWT memberi kita taufiq dan hidayah tuk bisa meneladani kedua manusia mulia tersebut.
Amiin…amiin ya rabbal’alamiin


http://virouz007.wordpress.com

Ibu Selalu Tahu

Tiap kali menatap wajah ibu, hatiku akan bersimbah cinta…
Menelusuri tiap lekuk garis wajahnya yang menua..
Mengamati tiap helai rambutnya yang memutih..
Ku pandang ibu dalam lelap tidurnya..
Duhai Rabb, betapa muliah Engkau ciptakan dia.
Entah dari mana engkau bentuk hatinya yang begitu tulus..
Ku raba tangannya yang mulai keriput, tangan kasar namun bertabur berkah..
Ku ingin menciumnya agar berkah itu mengalir padaku..
Duhai penguasa jagad raya..
Alangkah tegar dia Kau bentuk, namun betapa lembut kasihnya Kau curahkan..
Ibu..
Menggoreskan tentangmu, tak akan ada kata yang mampu mewakilkannya..
Menggambarkan indahmu tak ada tinta yang mampu mewarnai sucimu..
Menguntai kata terindah untukmu, tak akan ada pujangga yang mampu menuliskan keagunganmu..
Ibu..
Bisa apa aku tanpamu..?
Saat ku gelisah, kau tau ada yang mengganggu fikirku.. Dan belaianmu mampu menenangkanku..
Saat ku menangis, kau tahu ada yang mengusik hatiku.. Dan senyumanmu akan mendamaikan qalbuku..
Ketika malam tiba, kau tahu ku takut gelap.. Dan aku akan segera mendapatkan pelukanmu, dan sirna sudah takutku.. Ketika ku sakit, ibu tahu penderitaanku, dan ku yakin dia merasakan jauh lebih sakit dari yang ku rasakan, akan ku temukan raut sedih dan air mata tiap menatapku yang lemah.
Ibu tahu betapa sedihnya aku ketika ku gagal meraih apa yang ku inginkan.. Dan dia akan memacu semangatku lagi.
Ibu tahu saat ku jatuh cinta, dan senyumnya akan menggodaku, namun nasihatnya membuatku tak berani melangkah terlalu jauh..
Ibu tahu ketika ku lelah, pijatannya mampu mengantarku dalam tidur yang lelap.. Ibu tahu tiap detail kesukaanku.. Dan apa yang tak kusuka. Ibu tahu semua makanan favoritku..
Ibu tahu saat ku begadang mengerjakan tugas-tugasku, dan akan ku temukan segelas susu atau kopi hangat di atas mejaku..
Ibu tahu, aku begitu sibuknya dan tak sempat membereskan kamar dan pakaian kotorku sehingga dia yang mengerjakan semuanya..
Ibu tahu ketika ku pulang, aku akan begitu laparnya sehingga tiap ku tiba, di meja telah tersaji makanan favoritku.. Ketika ku jauh dari ibu..
Ibu tahu saat ku rindu padanya, maka tak lama HP ku akan berdering dan ibulah yang menelponku.. Saat ku sakit ibu tahu, dan jauh di sana ibupun akan gelisah.. Ibu pun tahu betapa besarnya cintaku padanya, walau..
Aku tak pernah tahu, bila ibu sakit, aku tetap lelap dalam tidurku.. Dan ibu akan tertatih meraba mencari obat sendiri untuk mengatasi sakitnya..
Aku tak pernah tahu, bila ibu galau, dan aku mengabaikan keluhannya.. Dan ibu akan memikirkan masalahnya sendiri..
Aku tak pernah tahu, ketika ibu lelah mengurusi smua kebutuhanku, dan tak ku pedulikan rintihan pegal badannya.. Dan ibu akan mengatasi pegalnya dengan mencoba memijat dirinya sendiri..
Aku tak pernah tahu jika ibu melarangku, itu untuk kebaikanku, dan aku berlalu dari hadapannya dengan wajah tertekuk, dan ibu terluka..
Aku tak pernah tahu, jika ibu mengomel, itu smua agar aku tak melakukan kesalahan yang sama lagi. Namun ku membalas dengan kata-kata yang mampu melukai hatinya..
Aku tak pernah tahu, betapa sedihnya ibu saat ayah tiada, dan aku pun dengan mudahnya memutuskan bekerja di tempat yang jauh, meninggalkan ibu dalam sepinya..
Aku tak pernah tahu betapa takutnya ibu kehilanganku, saat ku memutuskan untuk menikah.. Dan setelahnya ku sibukkan diriku dengan keluarga baruku, dan mengabaikan ibu dalam sendirinya..
Ibu.. Selalu tahu.. Namun aku.. Tak pernah tahu..  

“Allahummaghfirlana wa li walidaina warhamhuma kama rabbayana shighara” Amin….amin ya Rabbal alamin.


www.oaseimani.com

To you, the person I'm going to marry.

Hello,____________.

There are times, like right now, where I wish you were here. I don't know why but I'm just thinking too much about you lately. Do you know what? Although I don't know who exactly you are, you are the one who always suddenly pops up into my head when someone has hurted me, when I feel alone, when I envy those couple pictures on the tumblr, when I need someone. You could make me happy with by just thinking about you. I like imagining your looks, your personalities, what we would be, what we would do and its just so fun and so healing. Would you be someone from my past, my present or you're a newbie in my life? Haven't we met or we'll meet next year or 4 years later? Who knows. What I know is you'll find me and I'll find you. I am so excited to meet you! I can’t wait for the day we meet. Not to say you should hurry up, I know we will meet at the exact right moment. We are going to be so happy, I promise.
I honestly think about you everyday. I wonder what you’re doing right now, where you are and I'm just so curious about that. Seriously.
By the way, thanks for brighten my days even when you're not even exist in my life yet. So magical, isn't it? Just wondering how happy I am when I find you and you're standing in front of me making funny face to entertain me.

Ps: I'm your future wife anyway.

I'm not crazy but seriously writing to him makes me all sorts of happy inside. I already love him for whoever he is:-)


http://appleinyoureyes.blogspot.com/2012/02/to-you-person-im-going-to-marry.html

I love this letter so much. It's like real from every girls heart :')

I Carry Your Heart With Me

i carry your heart with me
i carry your heart with me (i carry it in my heart)
i am never without it(anywhere i go you go,my dear 
and whatever is done by only me is your doing, my darling)
i fear no fate (for you are my fate,my sweet)

i want no world (for beautiful you are my world, my true)
and it’s you are whatever a moon has always meant
and whatever a sun will always sing is you

here is the deepest secret nobody knows 
(here is the root of the root and the bud of the bud
and the sky of the sky of a tree called life

which grows higher than the soul can hope or mind can hide)
and this is the wonder that’s keeping the stars apart

i carry your heart (i carry it in my heart)

from : longdistancepoems.com